Cara Budidaya Jamur Tiram dengan Muda (Proses Inkubasi)

Cara Budidaya Jamur Tiram dengan Muda (Proses Inkubasi)

Dalam proses budidaya jamur tiram, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu tentang bagaimana cara budidaya jamur tiram dengan muda terlebih dahulu sebelum menanam. Dimana cara tersebut bisa Anda temukan di situs student portal. Dalam situs inilah akan mengulas semua hal tentang proses penanaman jamur tiram, termasuk dalam proses inkubasi.

Cara Budidaya Jamur Tiram dengan Muda (Proses Inkubasi)

Sebagai pecinta jamur tiram yang akan mencoba bertanam jamur tiram ini, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu yang namanya proses inkubasi tersebut. Dimana proses inkubasi itu sendiri merupakan sebuah cara yang bertujuan untuk membuat bibit yang sudah diinokulasi tersebut bisa dengan cepat ditumbuhi oleh miselium. Dimana untuk mempercepat proses pertumbuhan miselium yang terdapat di dalam jamur tiram pada ruang inkubasi ini sebaiknya kelembaban dari ruangan tersebut harus sebesar 90 hingga 100 % dengan suhu mencapai  24-29°C.

Sedangkan untuk cahayanya harus mencapai 500 sampai 1000 lux dan harus ada juga sirkulasi udara yang baik selama 1 hingga 2 jam dalam sehari. Setidaknya, jika pada masa inkubasi tersebut berjalan dengan lancar, hal ini akan membuat dalam waktu 15 hari sampai pada 30 hari akan membuat miselium tersebut bisa tumbuh memenuhi setengah bagian pada baglog. Nah, dari sinilah, jika miselium nanti sudah berhasil memenuhi baglog tersebut, itu artinya baglog yang Anda gunakan untuk menanam jamur tiram tersebut bisa langsung dipindah ke dalam rumah kumbung yang kemudian bisa dibudidayakan kembali hingga pada masa pemanenan.

Namun, jika dalam rentan 1 bulan dari proses waktu inkubasi dari proses baglog tersebut ternyata tidak dipenuhi atau tida ditumbuhi dengan miselium, maka itu artinya bahwa proses inokulasi yang Anda lakukan tersebut telah gagal. Dan Anda harus mengulangnya kembali. Namun, jika baglog yang Anda pindahkan ke rumah kumbung dipenuhi dengan miselium, sebaiknya potong saja plastic yang terdapat dalam ujung baglog menggunakan bantan dari silet steril. Lubang itulah yang nantinya bisa digunakan untuk tempat pertumbuhan dari jamur tiram tersebut.